26 Maret 2009

Dadapan In Love

Aku tidak tahu mengapa harus memberikan judul "Dadapan in Love" tapi ini bukan jiplakan dari judul film atau semacamnya, hehehe… Bahkan juga bukan dari sekuel "Love In Bombay" (apaan tuh, kayak judul sinetron aja.. )


Cinta mungkin sesuatu yang rumit untuk digambarkan bagaimana wujud dari cinta itu, banyak yang mengenal kata kata itu tapi tak semua orang bisa memberikan defini yang jelas tentang arti cinta. Ya.. Mungkin itu benar2 misteri bagi kita semua, ah… begitulah cinta, deritanya tiada akhir…


Tulisan kali ini memang bertemakan "LOVE', alias Cinta. Tapi tentu bukan Cinta Laura atau Cinta Mi Atmanegara lho, tapi tentang kisah cinta di desa Dadapan dulu, tentang kisah cintaku, cinta teman-teman, dan cinta kami semua. Cinta pada pandangan pertama… Bukan bermaksud nggosip atau apa, namanya juga curahan hati…hehehe..


Tidak sedikit dari kami anggota kami Laskar Dadapan 22 yang mengalami cinta pertama atau istilah lebih gaulnya "Love at First Sight". Atau dalam bahasa bekennya cinta pada pandangan pertama, Cinlok, mungkin itu definisi yang lebih tepatnya. Cinlok lhoo bukan cilok…


Sebut saja nama salah satu teman kami, Rianti. Tapi bukan Rianti yang di film Tiren itu, yaaa namanya Rianti, dia juga mendapatkan pujaan hatinya dengan sosok cowok gagah teman kami sebut saja namanya Dony. Sebuah pasangan yang serasi, pure dan romantis. (Aduhh deh…). Adalagi yang namanya Susi, malah sempat jadi primadona, dari sebagian teman-teman cowokku, Heri, Toni, dan juga Hendry. Sebuah kisah cinta segi empat. Dan masih banyak lagi deh, mungkin nggak bisa disebutkan one by one.


Cintaku, ya. Ini bagian yang sulit mungkin. Cintaku jatuh pada adik-adik disana, sampai sekarang pun aku masih sulit untuk melupakan kenangan indah bersama-sama dengan mereka, terlalu indah untuk dilupakan itu mungkin sebuah ungkapan yang sederhana namun sarat akan arti. Hehehe…howek byor!!


Cinta kami, cinta kami adalah cinta kebersamaan, cinta yang sulit untuk digantikan oleh sesuatu apapun, karena sangat begitu menyentuh jiwa kami, karena kebersaan itu yang membuat kami merasa bagaikan satu keluarga…. Begitulah cinta...

18 Maret 2009

Dadapan 1st Day

"Kebersamaan", ya.. kata itu muncul dan sering diucapkan oleh salah satu teman ku, Hengky. Hengky Firmansyah lengkapnya, cowok jangkung asal kota Kediri itu yang pertama kami kenal sejak pertemuan di setiap kordinasi KKN kami, kelompok 22 Umm Wajak tahun 2009. Sejak pertama melihat di lantai satu masjid AR. Facuruddin UMM, dia sudah menunjukan kekocakannya. Hengky yang ini tidak seperti Hengky Kurniawan Cova artis itu, tapi lebih mirip pada Frengky, artis dikisaran tahun '80-'90an (Jangan marah ya sob, bercanda hehehe..).

"Kebersamaan", memang kata itu yang selalu membuatku rindu akan bertemu dengan semua teman-temanku, teman KKN ku dulu. Sekali kebersamaan tetap kebersamaan.

21 Januari 2009, kali pertama aku menampakan kaki di bumi Dadapan, kecamatan Wajak, kabupaten Malang. Kami sekelompok berangkat dari kampus tercinta, the beautiful university Muhammadiyah Malang. Saat pertama kali datang, aku pribadi masih merasa asing dengan lingkungan yang baru itu, aku masih ingat... suasana desa tersebut terlihat sepi dan cuaca terasa panas. Aku belum terlalu mengenal dari sebagian besar teman-temanku, meskipun kami golek ngilmu ditempat yang sama, tapi diantara sebagian besar dari kami belumlah saling mengenal antara satu dengan yang lain.


Sempat aku berfikir, "betah nggak ya aku disini nanti?". Karena aku termasuk orang yang sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru (maksudnya dengan lingkungan tempat tinggal yang baru, bukan pada orang-orang yang baru). Saat itu kedatanganku bisa dibilang agak telat, karena aku masih menunggui temanku yang tertinggal bus yang mengantar ke tempat ini (Dadapan, pen). Ternyata ketiga temanku itu yang kemudian ku kenal sebagai Yuli, Wulan dan Siska. Beberapa dari temanku cowok berusaha untuk menolong dan menghibur mereka, Alhamdulilah akhirnya teratasi.


Sejak ku masuk ke tempat tinggal atau biasa yang di sebut dengan posko kkn, beberapa kamar sudah diisi oleh dengan temanku, Ce-Pe' Dech... Ngga kebagian nieh, pikirku saat itu. Setelah melihat beberapa kamar, akhirnya aku memilih kamar yang berada dipaling ujung (paling barat). Karena kulihat di kamar itu belum terlalu penuh, yaaa.. ku letakkan travell bag ku (maksudnya pinjaman, bukan punyaku sieh.. hehe) di kamar itu. Di kamar itu aku belum kenal dengan penghuni yang masuk duluan, yang ku kenal hanya Gilang, (Gilang kalu baca jangan Ge-eR yaa..) mungkin karena beberapa hari sebelumnya aku sempat ngobrol-ngobrol dengan dia.


Kegiatan hari pertama ini belum ada apa-apa, tapi sekilas terdengar dari beberapa teman bahwa acara sore hari rencananya akan diadakan silaturrahmi ke warga dan aparat setempat... Jadi akhirnya datang makan trus leyeh-leyeh dulu dech...




-malik-


NB: Untuk teman yang punya unek-unek, pesan, kesan kirim yaaa... biar meskipun jauh dimata tapi tetap dekat di hati. inga'...inga'... KEBERSAMAAN. Posting kalian bisa kalian kirim ke kebersamaan22.report@gmail.com.